Thursday, March 29, 2018

PANCASILA

Pancasila dasar negara kita dirumuskan dari nilai-nilai kehidupan bangsa yang telah dimiliki dan dilaksanakan dalam kegiatan kehidupan sejak zaman nenek moyang sampai dewasa ini. Nilai-nilai kehidupan tersebut mengakibatkan perbedaan bangsa kita dengan bangsa lain, dengan kata lain identitas bangsa kita membedakan dari bangsa lain. Inilah yang dimaksud dengan kepribadian bangsa.

Dengan kepribadiannya itu bangsa kita melihat persoalan-persoalan yabg dihadapi dan menentukan arah serta cara memecahkannya. Itulah yang diputuskan dalam suatu kesepakatan nasional pada tanggal 18 Agustus 1945 sebagai dasar negara dan masyarakat yang akan dituju. Tiada lain bahwa segala kehidupan ini harus didasarkan pada nilai-nilai tersebut, sebagai suatu ideologi yang mampu menghadapi, memecahkan persoalan serta menjangkau cita-cita suatu masyarakat pancasilais.

Pancasila sebagai nilai adalah sesuatu yang bersifat abstrak, karena itu secara relatif sulit untuk dipahaminya. Untuk mengatasi hal tersebut perlulah kita dibantu oleh ilmu sejarah, agar dapat menjembatani jarak waktu dan tempat, hingga nilai-nilai tersebut seakan konkret dalam pikiran kita.
Sebagai pedoman nyata dan jelas untuk memuntun sikap dan kegiatan hidup kita, MPR telah mengaturnya dengan Tap No. II/MPR/1978 yang kita kenal dengan P4 atau Eka Prasetia Pancakarsa. Segi-segi hukum ketatanegaraan adalah sangat penting, agar dapat mengetahui bagaimana seharusnya berbuat yang sesuai dengan pancasila.
Aturan, Hukum, Pengaturan yang mengalir dari nilai-nilai Pancasila tersebut.

Untuk kemantapannya agar dikaji menurut metode ilmu filsafat, hingga akhirnya sampai pada suatu konklusi bahwa aturan tersebut benar dan perlu serta menguntungkan. Jika sikap kita sudah demikian, maka pengamalan aturan, hukum yang mengalir dari Pancasila tersebut kita lakukan dengan penuh keyakinan dan kesadaran.

Serang, 30/03/18
-Mbay

Referensi : Pendiddikan Pancasila

Thursday, March 22, 2018

Genangan Air Area Parkir Resahkan Mahasiswa Unsera

SERANG - Akibat hujan beberapa hari yang lalu mengakibatkan beberapa titik di Kampus Universitas Serang Raya, mengalami kondisi halaman yang sangat becek. Kamis (22/03/18)

Di halaman kampus tepatnya di are parkir digenangi air, sehingga akses menuju lapangan parkir sedikit terganggu. Air hujan yang menggenangi tempat parkir kendaraan mahasiswa, membuat mahasiswa kesulitan untuk mengambil kendaraan ketika hendak keluar dari wilayah kampus.

"Beberapa hari kebelakang, banyak mahasiswa yang mengeluh dengan kondisi ini. "Kata Dedi, satpam pintu masuk parkir Unsera.

Dedi mengungkapkan, "saat ini kondisi becek di area parkir sudah ditangani oleh pihak pra sarana Universitas, akan tetapi belum ada tindak lanjut" lanjutnya

Pernyataan dari Mahasiswa prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, semester 8, Silvy mengaku resah dan tidak nyaman dengan adanya genangan air di area dan akses menuju parkir belakang gedung B tersebut.
Dan tidak sedikit juga mahasiswa Unsera yang mengeluh ketidaknyamanan ketika sedang mengalami musim hujan.

"Sepatu jadi kotor, motor baru di cuci langsung kotor lagi. Jadi gak nyaman aja gitu," Ujar Silvy beserta dua temannya kepada reporter febunsera.blogspot.com di lokasi.

Adapun dari beberapa mahasiswa melakukan aksi teatrikal yang sangat kreatif terkait akses jalan menuju halaman parkir gedung B yang becek tersebut, dengan cara "memancing ikan" dan membuat tulisan "Selamat datang Kolam Renang dan Pemancingan Unsera" di area tersebut sebagai simbol kritikan yang dikemas secara jenaka.

Mahasiswa Unsera berharap pihak dari universitas bisa segera ambil sikap, karena setiap hujan turun akses menuju parkiran belakang gedung b ini selalu menjadi langganan genangan air.

"Mahasiswa melakukan teatrikal"

"Selamat Datang di Kolam Renang dan Pemancingan Unsera"


Penulis Redaksi : K. Anwar
Reporter : Mbay

Tuesday, March 20, 2018

Ironisnya Negriku

"Ironisnya Negriku"
Cindi Prantika Sari

Aku bukan seorang politikus
Aku hanya pengamat
Setidaknya aku tidak apatis
Setidaknya aku tahu bahwa Indonesia sedang tidak baik baik saja

Ya, Indonesia.
Negri ku sedang tidak baik baik saja.
Negri ku sedang darurat demokrasi.
Katanya, masyarakat bebas menyampaikan pendapat, lalu, mengapa dilarang bersuara ?

Ya, Indonesia.
Negri ku yang kaya.
Kita punya tambang emas kualitas terbaik
Kita punya tambang batu bara
Kita punya cadangan gas alam
Kita punya hutan hujan tropis yang terbentang luas
Kita punya kekayaan bawah laut yang melimpah ruah
Kita punya kesuburan tanah
Kita punya hasil tanaman
Kita punya fauna langka

Tapi mengapa ?
Hasil kekayaan itu bukan kita yang menikmati. justru kita sendiri belum bisa mencicipi buah manisnya.
Sungguh ironisnya negri ku, Indonesia.

"Cindi Prantika Sari"
(Mahasiswa Unsera, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen Semester 2)

Thursday, December 28, 2017

Kado Terindah Milad HUMAN Ke-5

Penulis : Khairul Anwar

 


Hura-hura bergema bak ombak pasang, surut di lautan.
Wejangan-wejangan ‘berisi’ keluar dari persembunyiannya untuk diperdengarkan. Semilir angin berhembus tanda kesegaran terasa dalam raga.

Tepat sudah 1 tahun berlalu, saat dimana saya dan puluhan kawan saya lainnya berproses, belajar dan tumbuh bersama di Himpunan ini. Sebuah keputusan yang saat itu saya ambil untuk berpartisipasi dalam Organisasi ini. Belajar untuk bagaimana memanage sebuah event, yang mungkin masing-masing kita belum tahu akan seperti apa roda organisasi ini berjalan. Kita menyebutnya dengan Himpunan mahasiswa Manajemen (HUMAN)

Kegiatan LDKM ini mengingatkan saya pada momen 1 tahun yg lalu ketika dengan polosnya menginjakan kakinya di organisasi ini. Setalah tahun lalu menjadi peserta LDKM dan tahun ini saya beserta kawan-kawan HUMAN angkatan 2016 diberi kesempatan untuk menjadi panitia sekaligus menjalankan LDKM ini.

Kalau dipikir-pikir untuk apa sih menjalankan event ini?
Masing-masing kita tidak digaji, tidak mendapat bayaran dari event ini.
Hanya mungkin, sempat berfikir yaitu mendapatkan 'keletihan’ saja.
Yaa mungkin dalam perjalanannya ada diantara kita berfikir seperti itu, bukan? “hanya keletihan saja yang didapat” Ya memang, dalam setiap organisasi memang harus ada salah satu yang dikorbankan. Baik itu waktu, tenaga, maupun pikiran untuk ditularkan sebuah pengalaman.
Maka dari itu kami bertekad dan komitmen untuk tidak meninggalkan event ini, dan terus melanjutkan rroda organisasi Merah Hitam ini.

Kemudian waktu memaksa untuk terus bergulir, saatnya event ini hadir untuk dijalankan. Sedikitnya 51 mahasiswa manajemen mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM), pada tanggal 2-3 Desember 2017 bertempat di Yayasan Anak Negeri Banten. Kegiatan ini mengusung tema; "Menanamkan Jiwa Kader yang Solid dan Berintegritas"
LDKM ini menjadi agenda rutinitas tahunan HUMAN untuk mencetak generasi baru.


Materi yang disajikan diantaranya:
  • Surat Menyurat
  • Konstitusi
  • Leadership
  • Team Work
  • Motivasi Organisasi
  • Manajemen Organisasi
  • Teknik Persidangan
  • Sejarah HUMAN & Pengenalan KBM FE

Kegiatan yang satu ini adalah salah satu syarat bagi mahasiswa manajemen yang ingin bergabung di HUMAN. Setalah sehari semalam peserta dibekali 8 materi di indoor. Dan Hari kedua-pun tiba. Matahari terbit, disambut oleh peserta dan panitia dengan bersenam ria. Setelah mengisi perut, agenda selanjutnya ada simulasi materi outbond. Ada empat post yang tersedia. Bermacam-macam games disuguhkan baik yang beruba kesolidan, ketangkasan, maupun pemikiran.



Minggu, 3 Desember 2017 (16.00 WIB) Semua prosesi kegiatan LDKM pun selesai, closing ceremony pun tiba.
Harap, sedih, senang, duka, suka, tawa, letih, kekesalan, kecemasan, kebahagiaan, kepuasaan, telah kita hadapi dan rasakan bersama.
Sebagai proses pembelajaran yang tak akan pernah saya dan kita lupakan.

Kami ucapkan selamat datang 51 kader kebanggaan HUMAN 2017. Berbahagialah! Himpunan ini bukan sekedar organisasi biasa, yang cuma akan menguras waktu dan tenagamu. Akan tetapi, dalam setiap kesempatan, dalam setiap berhimpun, ada momen dan tujuan yang dicapai.
Selamat berlayar bersama-sama, menjalani tujuan itu dengan terus berproses tiada henti :')


Dan di moment pengkaderan atau LDKM HUMAN ini spesial bertepatan dengan hari jadi HUMAN yang ke-5. Yeaaayy HUMANku ultah:v
Prosesi potong yang sederhana namun berkesan karena dihadiri oleh kader baru dan senior dan alumni serta Akang teteh yang bernaung di KBM FE




Jika di ibaratkan manusia, ada masa dimana dia harus disuapi, di timang-timang, dijaga tidurnya tiap malam. Ada masa dimana dia diajarkan untuk merangkak, berjalan kemudian berlari. Ada masa dimana dia harus diarahkan saat memilih tujuan dalam hidup. Setiap masa memiliki tantangannya masing-masing.

Kita patut berterimakasih kepada senior-senior kita yang telah merawatnya dengan penuh cinta dan kasih sayang saat masa awal dia dilahirkan. Kita patut berterimakasih kepada senior-senior kita yang telah mengajarkannya untuk merangkak, berjalan kemudian berlari
Selamat menginjak usia yang ke-5 tahun, Himpunanku! Semoga dihari jadi HUMAN yang diberi kado terindag dengan bertambah 51 kader baru menjadi pemantik untuk terus berbenah menjadi organisasi yang lebih baik khususnya di Fakultas Ekonomi, dan Universitas Serang Raya pada umumnya. Seperti halnya dengan visinya; "Mewujudkan dan Mengembangkan Mahasiswa Manajemen yang Analis, Kritis dan Bertanggungjawab"
Kami bangga berada di keluarga atau di Himpunan yang didalamnya terdapat orang-orang hebat dan menginspirasi, bagaimana tidak, pimpinan triaspolitika Universitas Serang Raya tahun 2017 dipimpin oleh Mahasiswa Manajemen yang dulu pernah berkontribusi di HUMAN
Ketua MPM UNSERA : Kang Hamzah
Ketua DPM UNSERA : Kang Busairi
Presiden Mahasiswa UNSERA : Kang Muhronudin

Di Himpunan ini, kita dapat bertemu orang-orang luar biasa. Wajah yang lelah yang terus berprosed dan berkontribusi untuk Jurusan, Fakultas bahkan Universitas. Semoga semangat dan dedikasinya bisa tertularkan oleh generasi sekarang dan berikutnya.

Sejarah singkat HUMAN:
Pada mulanya hanya sekedar komunitas HMJ yang legal yang diketuai oleh Kang Reza, kemudian Fakultas Ekonomi mengadakan Musyawarah Luar Biasa untuk membentuk Himpunan yang bernaung di Fakultas Ekonomi.
Dan terbentuklah HUMAN (Himpunan Mahasiswa Manajemen) yang diketuai Kang Andi sebagai ketua umum pertama.
Ketua umum ke-2 : Kang Lukman
Ketua umum ke-3 : Kang Busairi
Ketua umum ke-4 : Kang Hamzah
Ketua umum ke-5 (sekarang) : Kang Rizki Taufik

Menurut Kang Lukman, ketua umum HUMAN kedua, HUMAN lahir dari sebuah dinamika organisasi. Terekam jelas bahwa para pendiri HUMAN (baik legal maupun belum legal) memiliki pandangan yang sama menyangkut tujuan sentral visi HUMAN didalam bingkai KBM FE. Namun sejauh ini tujuan tersebut belumlah menjelma menjadi tujuan yang ideal sebagaimana yang kita cita-citakan bersama. Maka dari itu, di hari jadi HUMAN ia berharap perlu ada momentum untuk mengukur sebuah nilai yang dicita-citakan dan dibanggakan bersama. @lukman_ln, dalam komentar postingan instagram salah satu anggota HUMAN.

Dan Sekali lagi, kami bangga dengan nama keluarga yang kami sandang,
Kami bersyukur ada dalam keluarga dimana kami tak pernah merasa kurang.
Dan ya, mohon maaf sekali,
Diri ini tak begitu hebat membuat puisi,
Diri ini pun tak begitu hebat memberikan deskripsi,
Namun inilah yang diri ini rasakan hingga saat ini,
Saat ada di tempat ini dan menjadi bagian di sini, Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Serang Raya.

AMBAR WARSA HUMAN 5th. Jaya selalu panji Merah Hitam! Jaya Jaya Jaya!!

Monday, October 16, 2017

Belum Terlambat Untuk Memulai Sebuah Perubahan


Berbangga lah kini kau sebagai seorang anak, dan bayangkan suatu saat nanti setelah kau jadi orang tua dengan kondisi yang masih seperti ini?
Kini, seorang anak itu menjadi sebuah kebanggaan bagi orng tua nya
Kita, ya kita yang kini menjadi seorang mahasiswa…
Yang di banggakan dan di elu2kan oleh orang tua kita di rumah
Kita yang selalu minta kiriman uang perbulan
Yang selalu minta uang jajan lebih
Yang keinginan kita di penuhi oleh mereka
Apa-apa saja yang selalu diminta harus di penuhi
Harus di turuti, tanpa tahu darimana asal uang tersebut didapat.
Yang penting kebutuhan yang kita sebut dengan mereka terpenuhi.

Pikirkan lah orang tua mu yang berjualan dipasar saat pagi-pagi sekali
Pikirkan lah orang tua mu yang bekerja di bangunan rumah orang
Pikirkan lah orang tua mu yang menjadi kuli panggul di pasar-pasar
Pikirkan lah orang tua mu yang setiap hari pergi kesawah takut tanaman nya rusak
Pikirkan lah orang tua mu yang hanya tinggal satu orang saja
Pikirkan lah orang tua mu yang rela meminjam uang dengan tetangga sebelah
Pikirkan lah orang tua mu yang rela menjual cincin pernikahan nya
Pikirkan lah orang tua mu yang rela menggadaikan sertifikat rumah
Pikirkan lah orang tua mu yang di PHK dari pekerjaan

Coba bayangkan semua itu
Kau yang kini di banggakan mereka dengan orang di kampung halaman mu
Mereka meninggikan derajat mu
Mereka mendambakan sesuatu yang berhasil
Mereka menginginkan anak nya berhasil menjadi "orang"

Kini kau setingkat lebih baik di banding kawan sekampung mu, orang tua mu berkata pada tetangga nya,
"anak ku kini kuliah, anak ku ingin menjadi lebih baik, anak ku ingin menjadi sarjana"

Coba bayangkan
Apakah uang yang mereka berikan selama ini kau gunakan dengan benar? Apakah uang yang Mereka berikan selama ini kau bayarkan dengan benar?
Bukan dengan make-up
Bukan dengan t-shirt
Bukan dengan gaya rambut
Tapi dengan prestasi...

Kita yang suka nongkrong di kantin
Kita yang suka jalan ke tempat-tempat mewah
Kita yang suka menggoda orang “cewek/cowok”
Kita yang suka bolos kuliah
Kita yang suka keluar kelas
Kita yang suka belanja-belanja dengan hal-hal yang gak penting

Sadari kawan…
Betapa besar nya pengorbanan orang tua kita
Betapa tinggi nya kebanggaan mereka
Andai mereka tahu apa yang sebenarnya kita lakukan di kampus ini? Apakah mereka bangga? Apakah mereka suka? Apakah mereka tertawa?

Saat kau pulang kampung…
Masih adakah sawah tempat dimana kau membantu orang tua mu di saat kau libur kuliah?
Masih adakah rumah yang selama ini kau tempati di saat kau pulang dari kuliah mu di kampung? Masih adakah senyum manis yang keluar dari bibir mu saat kau mendapati semua itu sudah tak lagi kau mliki?
Ataukah masih ada kedua orang tua mu yang selama ini kau mintai uang jajan dan segala kebutuhan mu?
Masih lengkap kah keluarga mu yang selama ini kau tinggalkan?
Kawan, mari kita sadari itu semua. Siapkah kita menghadapi semuanya jika itu benar-benar terjadi?
Setidak nya kita berfikir saat ini bahwa biaya yang kita perlukan itu besar dan mahal !
Mungkin hanya ini yang bisa ku tuliskan, mungkin hanya ini yang bisa ku bagi dengan kalian.

Meski nanti tulisan ini menjadi sampah, aku sudah berteima kasih pada kalian.
Karna sudah mau membacanya.
Setidak nya saat ini, mungkn malam nanti kau berfikir betapa berat nya mendapat sebuah tanggung jawab sebagai seorang anak yang di banggakan....

Ini “Belum Terlambat Untuk Memulai Sebuah Perubahan”

Editor               : Mbay
Publish             : CSM
Musik               : Bunda "Melly Goeslaw Piano Cover+Lyrics"

*dibuat dikamar tercinta saat hati mulai menderita … Lampung. Minggu, 15 Oct 2107 pukul 03.03 WIB

Saturday, October 14, 2017

Diskusi "Hari Kesaktian Pancasila" oleh KBM FE UNSERA





 Tak ingin melewatkan momen penting peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada Minggu (1/9), Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Serang Raya (KBM FE UNSERA) menggelar diskusi (Senin, 2 Oktober 2017) mengenai makna dan kecintaan mahasiswa akan lahirnya Pancasila sebagai pedoman Dasar Negara Indonesia selama ini. Terlebih,  mengingatkan Mahasiswa sebuah sejarah besar peristiwa G30S/PKI yang telah menewaskan sedikitnya 7 jenderal pada saat itu.

Diskusi Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, dimulai pukul 16.30 yang seharusnya dijadwalkan pada pukul 15.30 namun ngaret karena suatu kendala, diskusi ini berlangsung di Ruang 03 lantai 1 gedung B kampus UNSERA. Diikuti sedikitnya 30 Mahasiswa yang terdiri dari pengurus & anggota BEM FE, HUMAN dan HIMAKSI, serta mahasiswa baru sekaligus calon kader kebanggaan KBM FE. 


Diskusi terkait "Hari Kesaktian Pancasila" ini spesial dihadiri oleh Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa UNSERA (Kang Busairi) dan Presiden Mahasiswa UNSERA (Kang Muhron), serta senior KBM FE (Kang Andi Rohaendi) selaku narasumber dalam diskusi tersebut. Diskusi ini bukan hanya diikuti oleh mahasiswa yang bernaung di KBM FE, tetapi juga diikuti oleh mahasiswa fakultas lain yang berada di KBM UNSERA.


Diskusi dibuka oleh moderator, Kang Aldi Haris Firdaus selaku ketua DPM FE sekaligus penyelenggara diskusi tersebut. Menurutnya, seharusnya diskusi ini berlangsung pada tanggal 1 Oktober yang bertepatan dengan "Hari Kesaktian Pancasila" namun terbentur oleh hari libur. Kang Aldi menegaskan, secara kelembagaan diskusi ini dibuat untuk mereviuw kembali nilai-nilai Pancasila yang selama ini diketahui, tetapi implemenntasinya terkadang tidak diterapkan secara nyata. 

Hari Kesaktian Pancasila, dianggap sebagai bukti bahwa Pancasila itu ampuh dan berhasil menghalau dan menumpas komunis dan Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1965. Meskipun sampai kini kalangan sejarawan masih melakukan kajian-kajian terhadap tudingan pelaku pembantaian keenam jenderal dan seorang letnan tersebut.
Terlepas dari persoalan itu, Kang Andi menilai perlunya tetap memaknai Hari Kesaktian Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada era pascareformasi seperti saat ini. Pancasila yang lahir dari akar sejarah budaya bangsa itu tetap diyakini mengandung nilai-nilai luhur universal yang menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia, yakni Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia,
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Sudah jelas banget Indonesia itu pelopor gerakan non-blok, ya jelas aja Pancasila itu bukan Kiri (Komunis) dan bukan juga kanan (Kapitalis). Pancasila itu maju kedepan, menyongsong indonesia yang lebih baik dengan ideologi buatan sendiri, tambahnya, Kang Andi Rohaendi (2/9).
Peringatan hari kesaktian Pancasila menurut Kang Andi Rohaendi, seharusnya dijadikan media refleksi untuk merenungkan bagaimana bangsa Indonesia saat ini menggunakan Pancasila untuk hidup berbangsa dan bernegara. Dalam masa transisi ke arah demokrasi yang sebenarnya saat ini, ternyata telah terjadi krisis dan disentegrasi moral dan mental. Dalam rangka mempertahankan kehidupan berbangsa dan bernegara rakyat terpanggil untuk membela Pancasila yang sedang berada diambang bahaya, karena mulai banyak dilupakan. Dalam konsteks inilah kita perlu merevitalisasi Pancasila sebagai dasar negara menuju terwujudnya masyarakat yang demokratis. Tiga ideologi besar yakni Kapitalis, Nasionalis dan Agamis menurutnya masih berperang di negeri ini. Beliau juga menegaskan, Kejadian di Uni Soviet dan Eropa Timur di tahun sembilan puluan dapat kita jadikan pelajaran penting bagaimana membangun  ideologi kuat sebagai modal dasar mempertahankan eksistensi sebuah bangsa dan negara.

Dalam diskusi yang dipandu oleh narasumber Kang Andi Rohaendi tersebut, para audiensi antusias mengikuti diskusi tersebut dan aktif mengeluarkan argumen mereka secara bebas tetapi tetap tidak keluar dari pembahasan diskusi.
Diskusi tersebut juga diramaikan oleh tanggapan para peserta diskusi. Salah seorang mempertanyakan, “Kenapa Pancasila belum bisa mengubah nasib bangsa Indonesia menjadi lebih baik.” Ujar Kant, Mahasiswa FISIP.
Narasumber menjawab: “Karena Pancasila belum sepenuhnya dijalankan oleh bangsa Indonesia, khusunya para pemimpin nasional.”
Kant menceritakan bagaiaman Pancasila diselewengkan sejak jaman Orde Baru hingga sekarang. Dia juga sempat menyinggung dengan mozaik P2STRATEGIK UNSERA 2017 yang bertema "UNSERA NASIONALIS". Menurutnya, globalisasi telah membuat kelompok muda dan mahasiswa semakin banyak berfikir hedonis dan pragmatis. Dimana letak Nasionalisnya?
Kondisi ini kata dia, jelas memprihatinkan untuk mengusung sikap kebangsaan dan Nasionalisme bagi perubahan yang semakin baik. Banyaknya sikap pragmatis dan hedonis ini semakin hilangnya ruang publik bagi mahasiswa untuk berkreasi.
Disisi lain juga dia mengapresiasikan dengan adanya diskusi terkait "Hari Kesaktian Pancasila" yang diselenggarakan oleh KBM FE.
"Saya sangat mengapresiasi sama kawan-kawan FE yang sudah mengadakan diskusi mengenai Pancasila. Karena di era globalisasi ini budaya Literasi dikalangan mahasiswa sudah pudar." Ujar Kant.
Penilaian tentang kaburnya implementasi nyata dalam penerapan ideologi Pancasila, juga terlontar dari kalangan aktivis lembaga kemahasiswaan yang hadir dalam diskusi ini. 
Agung Laksono, mahasiswa Teknik Industri UNSERA justru mengaku tidak pernah melihat implementasi saktinya ideologi Pancasila ini.

"Saya justru melihat ada keterkikisan diantara pasal yang tidak menyatu dalam pengimplementasian Pancasila. Pancasila itu seharusnya sejalan dengan seluruh silanya. Tetapi pada kenyataannya Pancasila sudah termakan oleh kapitalisme yang membabi buta. Seperti contohnya Demokrasi, demokrasi kita bukan lagi sistematis, tetapi sudah liberalisme." Ungkapnya.

Agung juga menambahkan, ketika Orde Baru berkuasa selama 32 tahun, Pancasila telah mengalami reduksi dan pendistorsian habis-habisan. “Saat itu, Pancasila identik dengan rejim Soeharto. Jadi, siapa yang menentang rejim Soeharto dan kebijakannya, maka mereka akan dicap sebagai anti-Pancasila,” kata aktivis berkulit putih asal Teknik Industri itu.
Sekarang ini, kendati pancasila tidak lagi paksakan seperti di jaman orde baru, tetapi benar-benar telah menghilang dari kehidupan bangsa Indonesia. “Jokowi menyebut dirinya masih setia pada Pancasila, dan juga program kerja prioritasnya yaitu "Nawacita" tetapi kenyataannya dia adalah seorang neoliberal dan pendukung politik liberalisme, gagasan programnya apa yang direalisasi apa. Gak nyambung!” kata Agung.
Oleh karena itu, bagi Agung, yang terpenting adalah bagaimana menerapkan dan mempraktekkan nilai-nilai Pancasila, bukan sekedar menghafal ataupun membacanya dalam teks-teks pidato.
Terlepas dari persoalan mengenai Pancasila, Kang Aldi selaku moderator menegaskan perlunya tetap memaknai Hari Kesaktian Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada era pascareformasi seperti saat ini.
Diskusi itu berjalan santai, hingga akhirnya berakhir pada pukul 18 30 WIB. Sebelum acara diskusi ditutup, Kang Aldi selaku moderator berpesan kepada mahasiswa baru sekaligus calon kader KBM FE agar tidak bosan untuk mengikuti kajian-kajian yang ada di KBM FE. 

Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Serang Raya
@dpmfeunsera
@bemfeunsera
@himaksiunsera
@human_unsera
#KitaTidakSedarahTapiKitaLebihDariKeluarga


Penulis : Khairul Anwar
Editor Famplet : Indra Bayu

Sunday, August 27, 2017

Diskusi Malam KBM-UNSERA

Keluarga Besar Mahasiswa Unsera
Pertemuan Silaturahmi KELUARGA BESAR  MAHASISWA-UNSERA dibuka oleh Presma Unsera (Kang Muhron) pada jam 20.30 dihadiri oleh seluruh ormawa yang berada di bawah naungan KBM-U. Kegiatan ini bertemakan "Menjaalalin Silalaturahmi Keluarga Besar Mahasiswa Unsera". Yang bertempat di Lapangan Parkir Unsera (26/08/17)

Dalam Silaturahmi ini saya mengharapkan kampus tercinta kita bisa lebih baik untuk kedepannya dengan proker yang sudah ada. Ujar (Yuliawati) selaku ketua pelaksana

Mahasiswa mana yang tidak mau kampus tercinta nya maju dan berkembang? Tentu semua itu sangat diharapkan oleh mahasiswa, Khusus nya Mahasiswa Unsera.

Maka dari itu "Kita coba untuk menuangkan pemikirin terkait P2S dalam silaturahmi pada malam hari ini" ucap kang Badrus (gubernur Fakultas Ekonomi)

Banyak dari perwakilan ormawa yang beradu argumen pada saat diskusi, semua itu bertujuan untuk konsepan P2S Universitas.
Ormawa yang berada di bawah naungan Keluarga Besar Unsera, mengrapkan ada perubahan terhadap Fakultas maupun Universitasnya. Mengharapkan untuk kedepannya bisa lebih baik dari sebelum nya.
"Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mengubahnya"

"Sebelum kita rubah untuk Fakultas dan Universitas, coba kita balikan kepada diri kita masing-masing. Kita rubah dulu nih diri kita, maka dengan itu kita bisa rubah Fakultas serta Universitas untuk lebih baik dari yang sebelumnya" ucap kang Muhron (Presma Unsera)

Seperti apa yang di katakan oleh salah satu ormawa "kita disini jangan hanya sekedar berdiskusi saja, kita disini harus melakukan tindakan lalu mendobraknya atas dasar apa yang sudah kita punya"


"Saya harap untuk kedepannya, untuk semua ormawa yang ada di bawah naungan KBM-UNSERA. Harus solid dalam diskusi bareng di kegiatan Silaturahmi selanjutnya" ucap Presma sekaligus menutup acara ini.



Editor : Manajemen 😊