Tuesday, August 27, 2019

Rumah Kami Masih Kokoh


Perjalanan masih sangat panjang. Sudah seharusnya kami bertahan untuk tetap tegak, tanpa membiarkan matinya sang rasa untuk mencipta karya, meski raga mungkin akan benar-benar koyak.
Walau terasa sedikit sesak, namun semangat yang tengah redup seakan tersulut kembali.


Secuil sajak untukmu yang kusebut, "Rumah"

Rumah Kami Masih Kokoh – Ketika saya terbuai oleh tangan lembut kesejarahan, daya nalar dan kreativitas menjadi semakin mengantuk dan akhirnya tertidur beberapa saat.

Dalam tidur itupun saya sempat bermimpi membangun kembali rumah kami yang ambruk, padahal saya tidak sedikitpun melihat tanda-tanda ambruknya rumah kami.

Bahkan saya lihat rumah kami masih tetap berdiri kokoh. Pondasi yang begitu kuat menghujam dan mengakar ke tanah. Konstruksi rumah yang saya yakin tak akan pernah lapuk oleh pukulan-pukulan waktu.

Sayangnya rumah kami seperti tak berpenghuni, debu menempel di dinding rumah dan seluruh lubang-lubang ventilasi udara ditutupi oleh jaring laba-laba yang menghalangi pandangan setiap orang yang lewat.

Saya terbangun ketika mendengar bisingnya tetangga-tetangga saya yang sedang membangun rumahnya masing-masing. Bahkan ada yang tergesa mengarahkan rumahnya ke arah matahari yang jarang sekali bersinar. Beberapa saat saya mengumpulkan kesadaran diri. Ternyata rumah kami memang masih berdiri kokoh dan saya sebagai kepala rumah tangga ingin mengundang tetangga-tetangga saya untuk bertamu ke rumah kami. Tangan kami terbuka menerima setiap orang yang datang berkunjung. Hanya mohon dimaafkan, rumah kami agak berantakan.

Saya tidak ingin membangun kembali rumah kami. Karena kami, rumah kami memang sudah berdiri kokoh.
kami hanya ingin membuat suasana baru.


Memang, rumah ini masih bertahan dan berdiri hingga hari ini, meski penghuninya datang silih berganti. Meski kadang rasanya belum sepenuh hati. Meski selalu dihantui oleh sang sunyi yang sendiri.

Semoga rumah kita ini tak akan pernah ambruk.

Seberapa kencang pun topan menghembuskan amukannya, semoga kita masih dapat bertahan. Semoga rumah ini akan benar menjadi rumah bagi setiap insan yang pernah tinggal. Baik yang masih tinggal atau yang tengah pergi. Pun bagi mereka yang mungkin masih setengah hati.

Rumah kita masih berdiri kokoh.

Dan akan terus berdiri. Karena sejauh apapun kau, aku, ataupun mereka pergi, rumah adalah tempat untuk kembali.

Saya tidak ingin membangun kembali rumah kami. Karena kami, rumah kami memang sudah berdiri kokoh. 

Aku berjanji, rumah ini tak akan berdebu lagi. Tak ada lagi jaring laba-laba yang menutupi ventilasi. Sinar sang mentari akan selalu menyambut datangnya pagi. Dan sang sunyi tak akan lagi pernah menghantui. Aku berjanji.

Serang, Agustus 2019
(Khairul Anwar, yang selalu resah.)

Thursday, August 22, 2019

Peserta PKM FEB UNSERA Bermain Bola Volly Bersama Warga

"Peserta PKM FEB UNSERA Bermain Bola Volly Bersama Warga Kp. Bulakan) 

PKM FEB UNSERA : Setelah menjalankan proker seharian penuh, peserta PKM FEB bersama pemuda bermain Bola Voli di Desa Cikedung Kp. Bulakan Kecamatan Mancak. Kamis, (22/08/19).

Pertandingan Volly Ball yang diadakan di lapangan baru Kp. Bulakan, berlangsung seru. Olahraga itu menjadi ajang silaturahmi serta melepaskan kejenuhan berjibaku dengan pekerjaan fisik.

Etiw Ketuplak PKM FEB mengatakan, kita dari mahasiswa, sangat antusias mengikuti pertandingan bola volly. Yah walaupun dari kita tidak banyak ada yang bisa, tapi kita bisa merasakan keseruan dan kebahagian bersama warga sini

“Permainan Bola voli ini dimulai setelah ashar, dan di ikuti oleh para masyarakat Kp. Bulakan, terlihat senang dengan hadirnya PKM FEB di desa mereka, maka kami harus menunjukan semangat agar menular kepada warga, untuk menciptakan kekompakan, kebersamaan dan kebetulan juga Pemuda Kp. Bulakan ini mau mengadakan lomba antar desa. Semoga pemuda Kp. Bulakan bisa menjadi juara" Ujarnya.

Sanusi Ketua Rt 01 Kp. Bulakan mengatakan, olahraga bola voli bersama adik-adik mahasiswa unsera cukup seru. Sejumlah mahasiswa unsera, diakui jago bermain voli.

“Saya kagum dengan Adik-adik unsera selain pintar dalam pemikiran juga jago dalam olahraga bola voli, di harapkan Adik-adik unsera bisa selalu bersama kami untuk bermain voli, selagi masih ada disini" tandasnya.(Mbay)

Saturday, June 22, 2019

Himatika; Kiprah Ormawa Baru di KBM Unsera


Dihimpun oleh satu kesatuan
Berhimpun dengan tujuan dan satu kepentingan
Kepentingan Himpunan Mahasiswa Jurusan
Pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

Berawal dari tanda tanya yang menerka nerka dan belum menemukan arah. Sebuah polemik kini mengalir dilingkup mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika. Jurusan yang baru saja lahir di Universitas Serang Raya (Unsera) pada 2017 silam.

Sebagaimana umumnya jurusan yang baru saja lahir selalu mengalami perjuangan yang total dan terkadang juga harus frontal untuk menuju satu keberhasilan pembangunan baik secara keseluruhan dan secara individual yaitu kualitas Mahasiswanya. Untuk mengadakan perjuangan tersebut perlu mempertimbangkan secara matang, seksama, dewasa disertai pikiran yang tajam dan hati yang jernih. Maka harus ada beberapa faktor yang perlu ditekankan dalam jurusan Pendidikan Matematika. Pembentukan lembaga internal formal legal adalah salah satu cara awal dan harus dipunyai oleh sebuah jurusan yang baru saja lahir yang kini resmi menjadi Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himatika).

Sesuai dengan Surat Keputusan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Unsera nomor 01 tentang Undang-Undang Dasar Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Serang Raya, yang termaktub dalam pasal 97 tentang syarat pembentukan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang menyebutkan bahwa, "Telah mengikuti magang yang dinaungi BEM Fakultas sedikitnya satu periode agar memiliki muatan pemahaman tentang keorganisasian."

Sejak pada 2017 itu pula mahasiswa Pendidikan Matematika dinaungi Fakultas Ekonomi Bisnis baik secara akademik maupun non-akademik. Adapun secara non-akademik dinaungi oleh BEM FEB Unsera. Kemudian pada Sidang Istimewa Mahasiswa (SIM) yang diadakan oleh MPM Unsera, 9 Maret 2019 bersama organisasi mahasiswa (ormawa) baru lainnya, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himatika) terlegimasi dan resmi menjadi bagian ormawa di lingkup Unsera.

Dengan adanya Himatika akan memudahkan pergerakan Mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika. Pembuatan forum diskusi, pengadaan program kerja dan lain sebagainya. Tanpa Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) memang diakui sulit untuk sebuah mahasiswa Jurusan yang baru saja lahir dapat melakukan suatu gerakan didalam Universitas.

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himatika) mempunyai tugas dan fungsi, sesuai dengan kata awal himpunan yaitu menghimpun Mahasiswa yang berada dalam bidang jurusan tersebut menjadi wadah dan sarana bagi Mahasiswa untuk mengaktualisasikan minatnya dibidang yang digeluti. Mengembangkan keilmuannya menjadi cendiakwan yang insyaf akan tanggung jawab atas kewajiban Mahasiswa sebagai agent of change baik dilingkup Univeritas dan Masyakarat. Maka seyogyanya setiap kader Himatika haruslah memahami dan memaknai akan arti dan fungsi Mahasiswa serta Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) agar tidak ada robotisasi mahasiswa.

Dikeluarkannya SK mendiknas No.155 UU tahun 1998 bahwa Organisasi Mahasiswa didirikan dari, oleh dan untuk Mahasiswa serta tanggung jawab kepada Mahasiswa.
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) seharusnya menjadi representasi dari Mahasiswa tersebut. Pendalaman diskursus pembentukan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himatika) haruslah dilakukan dengan mempertimbangkan hal yang sangat sensitif dan fundamental, yaitu komunal, Cultural dan Struktural. Karena apabila sebuah pembentukan awal tersebut mempunyai fondasi yang kuat dan kokoh pastinya Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himatika) kedepanya akan menjadi kapal besar yang menghantarkan penumpanganya sampai tujuan tanpa gentar menghadapi ombak besar yang bergantian menerjang dan cuaca yang terkadang tidak bersahabat.

Pertimbangan pertama dalam pembentukan Himpunan Mahasiwa Jurusan (HMJ) adalah Komunal, yang dimaksud komunal disini nantinya menjadi dasar pertama bagi Himatika dalam setiap melakukan gerakan, membuat keputusan dan memikirkan serta merencanakan program kerja yang akan dicanangkan. 

Mengenai arti Komunal adalah bersama, umum ataupun milik rakyat. Dan dijabarkan menjadi kesatuan utuh dengan kesatuan tersebut pastinya Himpunan Mahasiwa Jurusan Pendidikan Matematika (Himatika) akan kokoh dan kuat karena segala pertimbangan, pemikiran dan pekerjaan dihadapi secara bersama atau lebih dikenal gotong royong.
Ambillah satu contoh mengenai program kerja nantinya haruslah benar-benar dari musyawarah Komunal Mahasiswa Pendidikan Matematika dan berdasarkan kepentingan Komunal Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himatika) dari Mahasiswa oleh Mahasiswa dan untuk Mahasiswa.

Pertimbangan kedua dalam pembentukan Himpunan Mahasiswa jurusan (HMJ) adalah Cultural atau lebih dikenal budaya, budaya menurut Moh. Hatta adalah bentuk hasil karya cipta suatu Bangsa. Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himatika) mempunyai budaya yang menjujung tinggi etika dan perilaku beradab sehingga dapat mengaktualisasikan budaya tersebut bagi semua Mahasiswa Pendidikan Matematika.

Pembentukan dan Pembangunan dalam pertimbangan kedua, Cultural yang dimaksudkan disini adalah penekanan pembangunan yang dilakukan dari akarnya atau dari bawah karena segala perubahan yang dimulai dari bawah nantinya akan membawa secara otomatis dalam hal yang beradab dan berbudaya kedepannya. Walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pembentukan dan pembangunan Cultural (dari bawah).

Dibutuhkan keseriusan proses dan perjuangan secara total serta loyal, berbicara mengenai proses segala hal proses yang diperjuangkan dengan sungguh tidak akan mengkhianati sebuah hasil. Ingatlah perjuangan Negeri kita sendiri yang akhirnya dapat merebut kedaulatannya dengan menempuh waktu yang cukup lama berabad-abad. Tiap-tiap Mahasiwa haruslah menekankan budaya yang beradab dan menjunjung tinggi etika dalam Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himatika) ini. Dengan pertimbangan Cultural ini terintegrasinya kualitas bergorganisasi didalam diri tiap-tiap pribadi Mahasiswa Pendidikan Matematika. Permusyawarahan yang saling menghargai mengedepankan kepentingan komunal (bersama) disanalah inti dari pertimbangan kedua yaitu Cultural.

Pertimbangan terkahir disini adalah Sturktural bagi Insan segala hal yang berkaitan dengan Struktural (posisi, kekuasaan dan jabatan) sangatlah sensitif maka dari itu pertimbangan terakhir ini haruslah berangkat dari pertimbangan pertama komunal yang menyatukan berdasarkan kepentingan bersama dan pertimbangan kedua Cultural yang beradab menjunjung tinggi etika politik berorganisasi terintegrasinya antara keilmuan (teoritis) dan pengimplementasian dalam ranah praktis agar tiada kesenjangan diantara teori dan praktik. Setelah dua pertimbangan tersebut dapat dilakukan dan benar-benar diaktualisasikan. Pastinya setengah lebih pembentukan dan pembangunan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himatika) terselesaikan dan mempunyai dasar yang kuat serta kokoh. Tanpa melalui pertimbangan dua hal tersebut Himatika akan rapuh, ketika melangkah kepertimbangan ketiga Struktural.

Struktural yang ditekankan disini adalah tiap-tiap kader Himatika sebagai Insan yang benar-benar memahami dan memaknai Kemahasiswaanya dan peran fungsinya, menjadi representasi dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Matematika individu yang mumpuni. Dengan diisinya posisi oleh Mahasiswa yang mumpuni secara keilmuan dan pengaplikasian akan membawa Himatika kearah yang lebih jelas sesuai dengan Visi dan Misi. Dari perimbangan ketiga ini akan lahir kader-kader Himatika yang mampu menjawab kegersangan kontestasi dari lingkup Universitas, Kader-kader yang berkapabilitas, berkualitas, berakuntabilitas dan selalu mementingkan kepentingan Mahasiswa Pendidikan Matematika tiada henti berpikir memajukan mensukseskan jurusan Pendidikan Matematika.

Setelah ketiga pertimbangan (Komunal, Cultural, dan struktural) sudah diimplementasikan, barulah Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himatika) melangkah kedalam perkara penting dan harus dijawentahkan. Yaitu mengenai Prinsip, dan Nilai-nilai yang nantinya harus diterapkan oleh Mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika. Prinsip ini haruslah prinsip yang berdasarkan referendum serta bersifat konvensional. Disinilah nantinya kematangan Himatika diuji karena tanpa prinsip, Himatika akan mudah goyah.

Nilai-nilai juga harus dirumuskan bersama karena segala hal yang berkaitan dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) memang harus dipertimbangkan secara seksama dengan menggunakan tiga pertimbangan yang telah dipaparkan diatas (Komunal, Cultural, Struktural). Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himatika) adalah representasi dan refleksi yang menjunjung tinggi etika serta insyaf akan tanggung jawabnya dalam berkehidupan di Universitas maupun bermasyarakat, universitas sebagai miniatur negeri dan masyarakat sebagai lahan pengabdian.

Salam pendidikan!


Ditulis oleh : Khairul Anwar 
(Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa 
Fakultas Ekonomi Bisnis 
Universitas Serang Raya 2019/2020).

Thursday, December 27, 2018

Jelang Milad KBM FEB, Mahasiswa FEB Unsera Adakan Pra Audiensi




SERANG- Mengaspirasikan suara mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Serang Raya (Unsera) kepada Civitas Akademik merupakan hal yang baik dilakukan, apalagi hal tersebut dilakukan di suatu forum yang diatur sedemikian rupa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) sebagai Unit organisasi Mahasiswa, mewadahi mahasiswa FEB yang ingin menyuarakan aspirasinya

Pada Hari Kamis, 27 Desember 2018, bertempat di ruang terbuka Lantai 4 Gedung B Kampus Unsera, BEM FEB Unsera mengadakan Pra Audiensi yang dihadiri oleh rekan-rekan mahasiswa FEB yang didominasi oleh Organisasi mahasiswa yang berada dalam naungan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) FEB baik ditingkat Legislatif maupun Eksekutif. Dalam acara Pra Audiensi ini, para mahasiswa dipersilahkan untuk memberikan aspirasinya, yang nantinya akan diajukan dan audiensikan kepada civitas akademik FEB pada tanggal 7 Januari 2019 nanti.

Kegiatan audiensi ini merupakan serangkaian kegiatan Milad KBM FEB Unsera yang ke 9 tahun, yang nantinya akan diperhelatkan di agenda besar Fakultas Ekonomi Bisnis yaitu ECONOMIC FAIR.

Ernawati selaku koordinator Audiensi, menjelaskan substansi mengadakan forum pra audiensi ini untuk memberikan tujuan dan maksud serta mekanisme yang bakal di audiensikan bersama civitas akademik.
"Kita tampung aspirasi temen-temen kemudian nanti kita buat draft isu-isu yang akan kita bawa pada audiensi nanti," ujar Erna.

Selain itu, Erna menambahkan akan membuat kuisioner terkait aspirasi yang akan disebarkan di masing-masing kelas yang ada di FEB.

Kegiatan ini menghasilkan beberapa kesepakatan yang nantinya akan direalisasikan dalam forum resmi audiensi dalam rangka Milad KBM FEB yang dihelat Economi Fair.
Diharapkan dengan adanya Audiensi ini, dapat menjadi wadah penyalur aspirasi mahasiswa FEB kepada civitas akademi, sehingga keinginan dan aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan dengan baik.
(Pemred/Anwar)


Wednesday, October 3, 2018

Mahasiswa Manajemen Unsera Mengikuti Business Plann Competition di Universitas Siliwangi


Sebanyak 3 perwakilan dari Mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Serang Raya (Unsera) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Manajemen (HUMAN) berpartisipasi dalam lomba Business Plann tingkat nasional di Universitas Siliwangi (UNSIL) pada Hari Rabu, 3 Oktober 2018, kegiatan tersebut dalam rangka Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia (HMMI) Festival dengan mengadakan Business Plann Competition 2018 yang bertema "Build Up Your Creative Business for Millenial Generation"

Acara yang diselenggarakan oleh  Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia (PB HMMI) dan Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Universitas Siliwangi (UNSIL) ini dihadiri oleh 12 kampus yang ada di yang ada di wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

"Kami bangga karena dari kampus kami, Unsera adalah satu-satunya kampus Banten yang mewakili lomba di kancah Nasional"  kata Alif dan Surya, peserta lomba asal Unsera.

Fitri salah seorang peserta Business Plann Competition yang merupakan anggota dari Himpunan Mahasiswa Manajemen di UNSERA, mengaku bangga bisa mewakili kampus di event nasional. 

"Alhamdulillah ini menjadi pengalaman saya yang berkesan mengikuti Business Plann Competition. Semoga kedepannya dapat menjadi lebih baik dan dapat memberikan contoh yang baik." tandasnya.

Ketua umum HUMAN Unsera, Marsiska Puji Rahayu mengungkapkan, ajang perlombaan Business Plann ini merupakan yang pertama kalinya ikut andil di ranah Nasional, tentu juga sebagai referensi Business Plann yang menjadi program kerja di kepengurusannya.

"Karena di HUMAN juga merencanakan kegiatan yang serupa seperti Business Plann. Apapun hasilnya, semoga dengan ikut sertanya kompetisi ini dapat memotivasi yang lainnya di kancah Nasional untuk memajukan Organisasi dan Kampus." imbuhnya.

Ketiga mahasiswa UNSERA yang mengikuti Business Plann Competition yakni; Ade Suryana, Ahmad Alifudin dan Fitri Nurjanah, serta didampingi oleh Ketua Umum HUMAN, Marsiska Puji Rahayu dan Ketua Divisi Eksternal, Eko Juniawan.

Selain ikut andil dalam Business Plann Competition 2018, HUMAN Unsera juga akan mengikuti Seminar Nasional Enterpreneurship yang bagian dari HMMI Festival pada Kamis, 4 Oktober 2018 sekaligus pengumuman hasil Business Plan Competition.
(Pemred/Anwar)


Saturday, August 4, 2018

Menjelang Hari Kemerdekaan, BEM FEB Adakan Diskusi



Demi menghadapi permasalahan-permasalahan KBM FEB yang semakin mengalami distorsi, perlu membangkitkan kembali budaya diskusi, merendahkan hatinya untuk saling bertukar gagasan dalam sebuah forum, yang membuahkan sebuah aksi kongkrit.

Bertepatan dengan momen peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang beberapa hari lagi akan menginjak ke-73 tahun, Depratemen Internal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Serang Raya (Unsera) mengadakan forum diskusi dengan tema "Memaknai Kemerdekaan Bagi Generasi Muda Indonesia" bertempat di Alun-alun barat, Kota Serang, pada hari Jum'at (3 Agustus 2018).

Forum diskusi yang dibuka langsung oleh Khairul Anwar, selaku ketua Departemen Internal BEM FEB UNSERA yang dihadiri oleh beberapa mahasiswa yang bernaung di Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Ekonomi Bisnis.

Anwar mengatakan, kegiatan yang merupakan program kerja Departemen Internal BEM FEB ini bertujuan untuk merefleksikan diri sebagai momentum menjelang Hari Kemerdekaan. Terlepas dari itu, diperlukan untuk membangkitkan semangat ghiroh dalam menjalankan roda organisasi KBM FEB yang akhir-akhir ini bias karena terlena oleh libur semester.
Makna kemerdekaan bangsa Indonesia mempunyai banyak tafsir, banyak sudut pandang yang dikemukakan.

Fikri Marwan Sultan, selaku ketua BEM FEB UNSERA, menurutnya sebagai momentum Hari kemerdekaan kita harus peduli terhadap problematika yang dihadapi. Terutama dalam sektor ekonomi. "Kita sebagai Mahasiswa Ekonomi harus bisa menjaga kestabilan perekonomian negeri ini" ujarnya.

Eka Iswanda, memaknai kemerdekaan dengan cara bangga terhadap produk lokal yang kita miliki.

Ahmad Wahid, merdeka berarti bebas. Bebas dalam hak berpendapat, maupun bebas berkreasi untuk hal-hal kebaikan.

Ega Setiawan, hendaknya kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan bangsa lain tetapi juga kemerdekaan dapat diartikan bebas dari rasa lapar dan rasa tidak aman. Hal ini dapat terpenuhi dengan adanya kesejahteraan tang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.


Dari berbagai statment dalam forum tersebut, banyak argumen untuk memaknai kemerdekaan yang akan menginjak ke-73 tahun. Dari mulai sektor ekonomi, budaya, politik, pendidikan, dll. Yang terpenting pada intinya kita dapat merefleksikan konsep merdeka pada diri masing-masing. Apakah kita memang merupakan kader intelektual muda bangsa yang dapat membangun secara progresif, ataukah kita hanya sebatas kader seksual yang nol pemikiran.

Seperti yang dikatakan Indra Bayu, sekretaris umum Himpunan Mahasiswa Manajemen (HUMAN), ia mengatakan bahwa jangan sampai idealisme pada diri mahasiswa tidak mampu berkontribusi untuk masyarakat sekitar.

Diksusi pun ditutup dengan harapan mahasiswa menjadi terbuka pikirannya untuk mengetahui tentang arti kemerdekaan secara seutuhnya. (Pemred/Anwar)

MERDEKA!!

Tuesday, July 3, 2018

Pengabdian Kepada Masyarakat BEM FEB UNSERA 2018



SERANG - Dalam rangka menjalankan program kerja, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Serang Raya (UNSERA) gelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang mengambil tema "Dengan pengabdian, bersama kita membangun pergerakan ekonomi yang masif untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat"

Pengabdian ini dilaksanakan di Kampung Bulakan, Desa Cikedung, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, yang berlangsung pada tanggal 1 Juli s/d 14 Juli 2018 yang di ikuti secara keseluruhan oleh 25 Mahasiswa. Diantaranya 19 mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) dan 6 mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP). 
Pengabdian BEM FEB ini adalah program rutin tahunan yang diadakan BEM FEB, dimana para peserta nya yang telah mengikuti Latihan Kepemimpinan 2 (LK2) atau di FEB sendiri menyebutnya Training Of Trainer (TOT).

Acara Pengabdian resmi dibuka oleh Agita Nugraha Permana, selaku menteri Hukum dan HAM BEM UNSERA yang mewakili Presiden Mahasiswa, Aldi Haris Firdaus yang berhalangan hadir. Acara pembukaan bertempat di SD Bulakan yang dihadiri oleh RT, RW dan Tokoh Masyarakat setempat.

Menurut Ahmad Wahid, selaku ketua pelaksana kegiatan Pengabdian BEM FEB dirinya merasa senang turut serta dalam Pengabdian ini dan ingin berbagi ilmu yang didapat di kampus. Ia juga mengungkapkan ada kendala ketika pemberangkatan dan juga Opening yang tidak sesuai jadwal.

Dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini, BEM FEB UNSERA tidak berjalan sendiri, namun juga bekerjasama dengan 2 instansi jurusan yang ada di FEB yaitu HUMAN (Himpunan Mahasiswa Manjajemen) dan HIMAKSI (Himpunan Mahasiswa Akuntansi)

Sistem kegiatan ini lebih menekankan kepada menumbuhkembangkan sektor ekonomi yang ada di kampung tersebut, sebagaimana yang diungkapkan oleh Fikri Marwan Sultan, selaku Ketua BEM FEB UNSERA yang lebih memprioritaskan Bidang Ekonomi karena kita berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Adapun Bidang penunjang lainnya dalam Pengabdian ini adalah Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, Bidang Sosial dan Budaya dan Bidang Kerohanian yang nantinya program kerja yang sudah dikonsep akan direalisasikan selama 14 hari.

Dalam Bidang Ekonomi sendiri, masyarakat di daerah tersebut hanya berpenghasilan dari sektor pertanian. Pada survei tim peserta pengabdian telah mengetahui potensi Sumber Daya Alam yang ada di kampung tersebut adalah Melinjo, atau di daerah tersebut menyebutnya Tangkil.

"Program ini diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan sumber daya, baik alam maupun manusia. Dengan adanya pengabdian ini diharapkan bisa mendapatkan feedback yang bermanfaat bagi masyarakat. Terutama, dalam meningkatkan perekonomian,” ujar Fikri

Ini adalah agenda Pengabdian yang ke-4, sebelumnya BEM FEB UNSERA sukses mengadakan pengabdian di tempat yang berbeda. Tahun lalu bertempat di Desa lontar, Kecamatan Tirtayasa - Serang yang sukses memproduksi Cireng Rumput Laut (CIRULA), dan dua tahun sebelumnya bertempat di Cokop, Kecamatan Taktakan - Serang yang sukses membangun kooperasi desa. (Red/Anwar)